Kumpulan awan yang ditakuti di dunia penerbangan

Ilustrasi : Pesawat melintasi awan
Kalau kita lihat dari bumi serasa awan sama saja bentuknya, akan tetapi kalau dilihat dari atas, awan memiliki bentuk yang beraneka ragam serta tingkat bahaya nya tersendiri, terutama pagi pesawat yang menerobosnya.

Awan ini pun ada yang boleh dilalui saja dan ada juga yang harus dihindari tergantung dengan alat pembaca awan (weather radar) di pesawat. Warna yang terdapat pada Weather Radar adalah Green, Yellow, Red dan Magenta. Warna-warna ini menunjukan tingkat bahaya suatu awan. Warna yang menunjukkan awan berbahaya adalah warna magenta yang mengindikasikan pusat dari awan badai itu sendiri yang dapat mengakibatkan turbulensi hebat.

Nah, berikut kumpulan awan-awan yang berbahaya jika dilalui oleh pesawat terbang :

Awan Morning Glory
Awan Morning Glory

Awan Morning Glory sering disebut roll cloud atau awan gulung. Awan ini merupakan fenomena alam yang sangat langka. Biasanya awan ini bisa dilihat di Nothern Australia Teluk Carpentaria. Gulungan awan ini panjangnya bisa mencapai 1-2 kilometer, tetapi kadang hanya sekitar 100 hingga 200 meter dari atas permukaan bumi. Awan ini dapat bergerak dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam. Formasinya bisa mencapai hingga 8 gulungan awan.
Awan Morning Glory sering disertai dengan munculnya angin badai, pergeseran angin tingkat rendah yang sangat intens, peningkatan perpindahan udara secara vertikal, dan perubahan tekanan tajam pada permukaan. Di bagian depan awan, ada gerakan vertikal kuat yang mengirim udara menembus awan dan menciptakan penampilan menggulung, sedangkan udara di tengah dan belakang awan menjadi turbulen dan tenggelam.

Awan Virga
Awan Virga

Awan Virga adalah awan yang terbentuk karena kelainan yang terjadi pada atmosfer. Bisa dikatakan Virga adalah awan yang terjadi hujan yang jatuhnya tidak sampai ke bumi karena lebih dahulu menguap di atmosfer. Bahaya yang dihasilkan awan Virga ini adalah dapat membuat temperature udara menjadi turun drastis dan menghasilkan turbulensi dahsyat pada pesawat, hal ini bisa membuat pesawat jatuh atau bahkan rusak di udara.

Awan Mammatus
Awan Mammatus

Awan Mammatus adalah suatu fenomena awan di langit berbentuk seperti balon terbalik, bergelembung-gelembung, bergelombang, terlihat sangat lembut, halus dan membentuk formasi yang sangat indah dan menakjubkan. Awan ini terbentuk dari berbagai macam formasi Kristal air di awan yang terbentang sejauh ratusan kilometer. Meskipun awan ini sangat indah, namun perlu berwaspada bahwa awan Mammatus merupakan pertanda akan datangnya cuaca yang ekstrim atau akan datangnya badai selain itu juga dapat membuat turbulensi bagi pesawat. Awan ini memang jarang ada di Indonesia namun bagi yang melakukan penerbangan jarak jauh ke luar negeri, para pilot tentu harus waspada.

Awan Lenticular
Awan Lenticular

Awan Lenticular biasanya berada di atas puncak gunung dan dataran tinggi. Awan ini terbentuk karena aliran udara yang melewati penghalang, misalnya pegunungan, yang menyebabkan terjadinya pusaran yang membentuk awan ini. Maka dari itu di daerah sekitar awan ini terjadi hembusan angin yang kuat dan kencang. Hembusan angin yang kuat inilah yang biasanya berbahaya bagi pesawat yang melintasi daerah tersebut, karena pesawat bisa hilang kendali karena turbulensi yang kuat bagi pesawat.

Awan Cumulonimbus
Awan Cumulonimbus

Awan ini merupakan awan tebal vertikal yang menjulang sangat tinggi, padat dan mirip dengan gunung atau Menara.bagian pucuk awan ini berserabut, tampak berjalur-jalur dan hampir rata, melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head. Awan ini hampir mirip seperti pusaran tornado dalam versi lebih besar lagi. Awan ini terbentuk sebagai hasil ketidakstabilan atmosfer. Awan Cumulonimbus ini juga berperan langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrim lainnya, karena awan ini menciptakan petir melalui jantung awan.
Cumulonimbus terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas awan. Awan ini lah yang berbahaya bagi penerbangan karena satu-satunya jenis awan yang menghasilkan muatan listrik tornado. Fenomena alam yang kerap terjadi akibat awan cumulonimbus antara lain timbulnya kilat (lightining) dan guntur (thundestorm), hujan lebat, angin kencang, bahkan bisa menimbulkan hujan es.

Itulah kumpulan awan yang berbahaya bagi dunia penerbangan.

Sumber :
http://www.tanyoe.com/jenis-awan-yang-di-takuti-pilot-3598
http://www.gulalives.co/2016/04/22/jenis-awan/

0 Comments


EmoticonEmoticon