Mengenal teknologi Syntethic Vision(SVT) di pesawat N-219 buatan PT.DI Bandung

N-219
Synthetic Vision Technology (SVT) adalah sistem komputer yang menampilkan citra lingkungan sekitar pesawat di layar utama kokpit (multi function display/MFD).

 
Syntethic Vision Technology (SVT)
Layar akan menampilkan kontur permukaan bumi (topografi) dalam model tiga dimensi (3D), komplet dengan informasi-informasi utama penerbangan (primary flight display/PFD) yang dibutuhkan pilot, seperti altitude (ketinggian), airspeed (kecepatan di udara), serta attitude pesawat.

"Synthetic vision ini seperti main game, semua data informasi ditampilkan, kalau ada data gunung di sekitar kita bisa masukkan dan disinkronisasi, Jadi kalau di depan ada gunung, ya beneran ada, gunungnya akan keliatan (di layar)” kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisjahbana.

Ruangan Kokpit Pesawat N-219
Synthetic vision pertama kali dikembangkan oleh NASA dan Angkatan Udara AS (US Air Force) pada akhir tahun 1970-an dan 1980-an.

Setelah riset puluhan tahun, pada 2005 lalu NASA berhasil mengintegrasikan sistem synthetic vision ini ke dalam pesawat Gulfstream V yang dipakai dalam pengujian.

FAA (lembaga otoritas penerbangan AS) memberikan sertifikasi pertama untuk teknologi SV-PFD (synthetic vision-primary flight display) ini pada 2009 lalu dalam pesawat Gulfstream. 
SV-PFD pun menggantikan artificial horizon biru-coklat tradisional dengan tampilan data topografi yang dihasilkan komputer, sekaligus ditimpa dengan simbol-simbol PFD yang sudah dikenal pilot selama ini.

Tampilan SVT di Pesawat N-219
Semenjak itu, banyak pabrikan sistem glass cockpit mengintegrasikan teknologi itu ke dalam produk-produknya, termasuk Garmin dengan G1000 yang juga dipakai dalam N219.
Kini, sebagian besar pesawat-pesawat terbang keluaran terbaru sudah mengintegrasikan SV-PFD di dalam kokpitnya, seperti Twin Otter Series 400 dan Cessna Mustang.

Riset yang dilakukan AST (commercial aviation safety team) yang mempelajari 18 kejadian kecelakaan sepanjang 2003 hingga 2012 menyebut bahwa tampilan visual virtual, alias SVT, bisa membantu mencegah 17 dari 18 kejadian kecelakaan yang terkait dengan hilangnya orientasi awak pesawat.

Beberapa insiden kecelakaan yang dimaksud termasuk kecelakaan Bombardier Q400 milik Colgan Air dan Boeing 737-800 Turkish Airlines, yang keduanya terjadi pada 2009 lalu.
Menurut CAST, seperti dikutiup Aviation Week, tampilan visual yang mengalir itu bisa membantu awak pesawat menentukan orientasi, gerakan, dan merasakan jarak dengan daratan, dibandingkan tampilan layar sebelumnya.

CAST memprediksi risiko kecelakaan akibat hilang orientasi ini bisa dikurangi sebesar 16%, dengan asumsi cukup 30% maskapai di dunia menggunakannya pada 2035 nanti.

Sumber :
- http://tekno.kompas.com/read/2015/12/13/19230097/Menengok.Teknologi.Tiga.Dimensi.di.Kokpit.N219
- http://www.flightzona.com/2016/02/17/singapore-airshow-ptdi-kenalkan-glass-kokpit-andalan-n219/

0 Comments


EmoticonEmoticon